Saturday, June 8, 2013

Tentang aku atau kamu ?

Saat kau datang kedalam hidupku beberapa tahun yang lalu, hemm sekitar dua tahun lalu mungkin, hidupku perlahan berubah.

Aku mulai menemukan arahku dan lantas mengikutinya.

Kau arah yang aku tuju, seluruh perhatianku bahkan tak lagi punya waktu untuk memikirkan yang lainnya.

Dan hatiku sudah cukup sibuk dan tak lagi sempat berdebar melihat lelaki yang lumayan tampan di seberang sana.

Kualihkan pandangan mataku ke sebelah kanan,dan disanalah dadaku berdesir.
Berdebar.
Bergejolak.
Aku menjadi mual.
Rasanya seperti ada beberapa kupu-kupu terbang di dalam perutku.

Kau berjalan dengan langkah mantapmu, semantap yakinnya aku dengan perasaanku ini.
Kau lalu duduk di depanku, kita bercanda dan saat itu kita tertawa bersama.
Seperti biasa.

Kau tahu,
Sudah cukup lama aku terperangkap dalam topeng bernama sahabat ini.
Udara jakarta kini semakin panas dan rasanya sudah saatnya kulepas topeng ini.

Tiba-tiba tawa kita berhenti dan kau mulai mengucapkan cerita yang memupus harapanku.

"Kau tau, Bell? aku menyukai seorang gadis." kau memulai mimpi buruk itu dengan wajah bersemu merah.

"hmm, Silvana. Entahlah aku tau kita bertiga telah bersahabat tapi entah mengapa sepertinya perasaanku menjadi lain."

Saat itu seluruh kesedihan menyelimuti tubuhku.
Sampai-sampai mulutku tertutup dan tak bisa kubuka walaupun telah kupaksa.
Aku seperti korban mogok makan saja.

Tentu saja aku tahu Silvana. Setiap kita jalan bersama, aku ada di sebelah kiri, dan Silvana di sebelah kananmu.
Saat kita makan bersama,
aku ada di depanmu dan Silvana duduk di sebelahmu.
Tentu saja aku tau
itu, Alvin
Dia juga sahabatku.

Hari ini terlalu cepat datang.
Hal-hal buruk seolah selalu ingin cepat menuntaskan pekerjaannya.
Bahkan tanpa bertanya si korban bersedia atau tidak.

Hari saat kau jadian dengan Silvana, harapanku terkikis habis. Sakit demi sakit aku telan dalam-dalam berharap tidak akan muncul lagi walau hanya sedikit.
Aku memang seorang munafik.
Yang menyunggingkan senyum palsu kepada kalian, sahabatku.

Seolah belum puas, aku malah seperti mendapat level bonus di game "hal-hal buruk" ini.
Hari ini kau mengajakku ikut serta di hari bahagiamu.
Melamar silvana.

Bolehkan aku memintamu membunuhku saja ?

Kau adalah arah yang menarikku dari gelap membawaku ke tempat yang
lebih terang.
Kaulah arah yang aku tuju, disaat kau sedang menuju kearah
yang lain..

Silahkan sebut saja aku si pemalas, yang bahkan terlalu malas memaksa hatiku untuk melupakan mu.

-The Limited Edition

Thursday, June 6, 2013

Aku..

Darah mengucur pelan
Perih mulai terasa di tanganku
Aku tak peduli
Tak pagi peduli

Ingatanku masih sempat melayang
Kembali terputar saat itu
Saat kata demi kata merobek robek jantungku
Menyerap semua oksigen di sekitarku

Membuatku sesak
Dan sakit

Aku bukanlah sesuatu sempurna yang bisa menjadi apapun yang kau mau
Bukanlah pelangi yang indah yang muncul saat hujanmu mereda

Aku hanyalah uap panas kopi yang ada saat masih panas dan sekejap hilang saat mulai kau sesap

Aku hanyalah wangi ,pewangi pendingin ruangan murahan yang hanya berfungsi beberapa hari saja

Aku bukanlah jawaban atas mimpimu
Bukanlah jalan terang atas kegelapanmu
Meski aku mencoba
Atau..
Sebenarnya aku belum mencoba?

Belum lagi sempat aku mengkoreksi pendapatku sendiri,
Pandanganku lantas memudar.
Menggelap.
Dan.. Hilang.

-The Lmited Edition