Darah mengucur pelan
Perih mulai terasa di tanganku
Aku tak peduli
Tak pagi peduli
Ingatanku masih sempat melayang
Kembali terputar saat itu
Saat kata demi kata merobek robek jantungku
Menyerap semua oksigen di sekitarku
Membuatku sesak
Dan sakit
Aku bukanlah sesuatu sempurna yang bisa menjadi apapun yang kau mau
Bukanlah pelangi yang indah yang muncul saat hujanmu mereda
Aku hanyalah uap panas kopi yang ada saat masih panas dan sekejap hilang saat mulai kau sesap
Aku hanyalah wangi ,pewangi pendingin ruangan murahan yang hanya berfungsi beberapa hari saja
Aku bukanlah jawaban atas mimpimu
Bukanlah jalan terang atas kegelapanmu
Meski aku mencoba
Atau..
Sebenarnya aku belum mencoba?
Belum lagi sempat aku mengkoreksi pendapatku sendiri,
Pandanganku lantas memudar.
Menggelap.
Dan.. Hilang.
-The Lmited Edition
No comments:
Post a Comment