Thursday, May 16, 2013

Dulu dan Kini


Hujan lagi lagi mengguyur bumi
Menurunkan tetes demi tetes dingin yang menusuk
Otakku kembali memutar kenangan tiap kenangan
Yang sebenarnya tidak pernah terlepas satu inci pun dari sel sel otakku
Waktu itu kita, aku dan kamu di tengah hujan itu.
Kita berlari, berteriak,tertawa, dan bahagia
Sedikitpun tak kita hiraukan dingin yang menerpa tubuh kecil kita
Tak kita perdulikan kilatan cahaya petir yang bergemuruh hebat diatas kita
Walaupun mungkin esoknya sakit akan melumpuhkan kita, kita tetap tak mau tau

Sekarang saat tubuh kita tak lagi kecil
Dan otak kita mulai berpikir lebih
Kita tak lagi ada di bawah hujan itu
Kita mulai takut akan dinginnya air itu dan mulai takut mendengar gemuruh itu
Kita mulai berpikir realistis dan mulai diam untuk berlindung

Ntah apa yang aku pikirkan
Hanya saja menjadi realisitis terkadang membosankan
Dan menyedihkan
Tak kan ada lagi kita ,yang ada di sana menantang hujan
Tak ada lagi kata kita, bahkan aku atau pun kamu disana.

-The Limited Edition

No comments:

Post a Comment