Aku berada di tempat yang sama dengan bertahun-tahun lalu
Dimana aku melihatmu kala itu
Melukis rusa dan taman ini
Memindahkan gambar visual dari mataku ke dalam buku sketsamu
Hari itu terik sekali dan aku menjadi mudah emosi
Tetapi kau tau saja taktik meredakan amarahku
Kau tidak tau apa-apa tentangku
Dan aku yakin saat itu kau hanyalah seorang penebak yang kebetulan jitu
Aku bukanlah seorang yang mudah menerima perkenalan diri seseorang
Mungkin diriku yang terlalu tertutup, dan memengapkan
Atau auraku terlalu membosankan
Entahlah
Tapi hari itu tak urung kusambut perkenalan dirimu
Kulirik pergelangan tanganmu dan kulihat tato jadi-jadian disana
Bergambar Barbie.
Sekejap kusimpulkan kau pasti kekanak-kanakan
Kupandangi ponimu yang jatuh dengan awut-awutan di dahimu
Ah, kau juga tidak rapi.
Hari berlalu dan kedatanganku ke sini tak lagi bisa tenang
Setiap aku kesini dan kau kebetulan ada di seberang sana kau akan mendatangiku
Dan lantas mengoceh bagaikan robot yang sudah disetting sedemikian rupa
Terkadang aku heran, apakah energimu tidak habis berbicara begitu banyak?
Waktu berjalan pelan mengiringi
Hari itu aku sendirian disana dan kau tak ada
Aku bersorak dalam hatiku
Dalam beberapa menit kemudian sorakanku lenyap
Dan aku menyadari betapa ternyata aku kehilangan ocehanmu
Betapa taman ini terasa sunyi sekali hari ini
Hanya aku dan seorang kakek tua pengurus taman itu
Kesunyian taman kecil itu berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
Entah bagaimana rasanya aku merindukan mu
Entah bagaimana pula akhirnya aku malah berbicara dengan kakek si pengurus kebun
Terkadang aku merasa dunia terlalu mengambil alih daya kerja takdir
Bahkan aku merasa takdir terlalu humoris sehingga suka mempermainkan semesta
Kakek itu mengantarkan aku ke sebuah rumah yang masih dipenuhi bunga papan yang norak
Dan aku tidak tahu siapakah orang malang ini hingga dia mengatakan itu kau.
Sebuah kecelakaan kecil yang seharusnya tidak terlalu melukaimu
Nyatanya telah diubah kinerjanya oleh sang takdir
Kau terengut dan tidak lagi bisa datang ke taman itu
Kau disana. Ada fotomu disana.
Dan tanpa sadar aku bergumam membaca sederetan nama...
Chintya....Emeralda
Kuhela dalam nafasku.
Dan kupandangi lagi tempat ini.
Aku hanyalah seorang yang belum terlalu mengenalmu, semoga lain waktu.
Atau di lain dunia.
Perkenalkan, aku Rengga Distyo.
-The Limited Edition
-The Limited Edition
No comments:
Post a Comment