Zona Pemula
Karena tidak akan ada akhir, apabila tidak ada awal yang kita ciptakan. Sebagian isi kepala, dan sebagian isi hati.
Monday, October 21, 2013
Wednesday, September 4, 2013
yang ditakdirkan berada di satu jalur yang sama
tapi bukan untuk berada ditempat yang sama
aku bukanlah pelangi yang bisa saja hadir saat hujan
yang bisa saja berada di satu tempat yang sama denganmu
kita adalah orang yang tidak tahu diri yang memaksakan satu demi satu
hal hal yang kita inginkan
kita bagaikan penangkap badai yang justru semakin mendekat ketika badai datang mendekat
entah harus bangga atau menyesal
telah menjadi seorang seperti ini
entah harus tertawa atau merasa bodoh
mengikatkan kaki dan tangan di ikatan yang salah
tidaklah seperti sepatu mahal yang solnya terekat kuat
tidaklah menyerupai baju mahal yang kainnya lembut
kita hanyalah perahu
yang terombang ambing di lautan hidup
yang bahkan tidak memiliki layar
kita bersama menunggu kemana angin membawa\
hidup
Saturday, June 8, 2013
Tentang aku atau kamu ?
Saat kau datang kedalam hidupku beberapa tahun yang lalu, hemm sekitar dua tahun lalu mungkin, hidupku perlahan berubah.
Aku mulai menemukan arahku dan lantas mengikutinya.
Kau arah yang aku tuju, seluruh perhatianku bahkan tak lagi punya waktu untuk memikirkan yang lainnya.
Dan hatiku sudah cukup sibuk dan tak lagi sempat berdebar melihat lelaki yang lumayan tampan di seberang sana.
Kualihkan pandangan mataku ke sebelah kanan,dan disanalah dadaku berdesir.
Berdebar.
Bergejolak.
Aku menjadi mual.
Rasanya seperti ada beberapa kupu-kupu terbang di dalam perutku.
Kau berjalan dengan langkah mantapmu, semantap yakinnya aku dengan perasaanku ini.
Kau lalu duduk di depanku, kita bercanda dan saat itu kita tertawa bersama.
Seperti biasa.
Kau tahu,
Sudah cukup lama aku terperangkap dalam topeng bernama sahabat ini.
Udara jakarta kini semakin panas dan rasanya sudah saatnya kulepas topeng ini.
Tiba-tiba tawa kita berhenti dan kau mulai mengucapkan cerita yang memupus harapanku.
"Kau tau, Bell? aku menyukai seorang gadis." kau memulai mimpi buruk itu dengan wajah bersemu merah.
"hmm, Silvana. Entahlah aku tau kita bertiga telah bersahabat tapi entah mengapa sepertinya perasaanku menjadi lain."
Saat itu seluruh kesedihan menyelimuti tubuhku.
Sampai-sampai mulutku tertutup dan tak bisa kubuka walaupun telah kupaksa.
Aku seperti korban mogok makan saja.
Tentu saja aku tahu Silvana. Setiap kita jalan bersama, aku ada di sebelah kiri, dan Silvana di sebelah kananmu.
Saat kita makan bersama,
aku ada di depanmu dan Silvana duduk di sebelahmu.
Tentu saja aku tau
itu, Alvin
Dia juga sahabatku.
Hari ini terlalu cepat datang.
Hal-hal buruk seolah selalu ingin cepat menuntaskan pekerjaannya.
Bahkan tanpa bertanya si korban bersedia atau tidak.
Hari saat kau jadian dengan Silvana, harapanku terkikis habis. Sakit demi sakit aku telan dalam-dalam berharap tidak akan muncul lagi walau hanya sedikit.
Aku memang seorang munafik.
Yang menyunggingkan senyum palsu kepada kalian, sahabatku.
Seolah belum puas, aku malah seperti mendapat level bonus di game "hal-hal buruk" ini.
Hari ini kau mengajakku ikut serta di hari bahagiamu.
Melamar silvana.
Bolehkan aku memintamu membunuhku saja ?
Kau adalah arah yang menarikku dari gelap membawaku ke tempat yang
lebih terang.
Kaulah arah yang aku tuju, disaat kau sedang menuju kearah
yang lain..
Silahkan sebut saja aku si pemalas, yang bahkan terlalu malas memaksa hatiku untuk melupakan mu.
-The Limited Edition
Thursday, June 6, 2013
Aku..
Darah mengucur pelan
Perih mulai terasa di tanganku
Aku tak peduli
Tak pagi peduli
Ingatanku masih sempat melayang
Kembali terputar saat itu
Saat kata demi kata merobek robek jantungku
Menyerap semua oksigen di sekitarku
Membuatku sesak
Dan sakit
Aku bukanlah sesuatu sempurna yang bisa menjadi apapun yang kau mau
Bukanlah pelangi yang indah yang muncul saat hujanmu mereda
Aku hanyalah uap panas kopi yang ada saat masih panas dan sekejap hilang saat mulai kau sesap
Aku hanyalah wangi ,pewangi pendingin ruangan murahan yang hanya berfungsi beberapa hari saja
Aku bukanlah jawaban atas mimpimu
Bukanlah jalan terang atas kegelapanmu
Meski aku mencoba
Atau..
Sebenarnya aku belum mencoba?
Belum lagi sempat aku mengkoreksi pendapatku sendiri,
Pandanganku lantas memudar.
Menggelap.
Dan.. Hilang.
-The Lmited Edition
Friday, May 31, 2013
Bukan Perindu Lainnya
Aku dan rindu
Bagai tanpa batasan
Menempel erat
Layaknya saudara kembar siam
Aku adalah perindu
Yang tak akan melangkah mencarimu
Yang tak akan berlelah-lelah menatapmu
Atau sekedar menunggumu
Aku adalah perindu
Yang tak berharap kau temukan
Perindu yang bersembunyi
Dan tak akan pernah muncul
Aku adalah perindu
Yang tidak menanam harapan untuk dilihat atau didengar
Aku adalah perindu
Yang ingin untuk kau lupakan
Yang ingin untuk kau jauhi
Dan tidak berharap kau ingat
Aku.. Bukanlah seperti perindu lainnya.
-The Limited Edition
Sunday, May 19, 2013
Seorang yang belum sempat aku kenal
-The Limited Edition